Sabtu, 06 Agustus 2016
Sebelumnya di Kamen Rider VVota

“Hai, masih ingin kabur?” teriak Habire.

*Veranda Form*

“Mau melanjutkan duel ini lagi? Aku siap!” teriak Kamen Rider Senbatsu.

“Wah, Dark Aura ini lebih kuat daripada milik Moetaru…” pikir Kamen Rider VVota.

*Light Form! My light is eternal! My speed is undefeated! Light Speed is awesome!*

Kamen Rider Senbatsu pun kembali ke dalam wujud yang baru, wujud yang lebih cerah daripada sebelumnya. Keluar aura terang dari tubuhnya kali ini.

“Ini.. Light Aura?” Tanya Evan.

*Finisher Attack: Light-Speed Charge*

Kamen Rider Senbatsu melempar pedangnya ke tanah, melompat, dan menendang Habire dengan kecepatan cahaya hingga tidak terlihat serangannya seperti apa, dan yang terlihat hanyalah Habire yang tiba-tiba tersungkur ke tanah.

***

Keesokan harinya pun mereka berkumpul di rumah Anton, sambil mengurus Lisa yang masih dalam keadaan terluka.

“Ngomong-ngomong Ryan masih belum ketemu?” tanya Evan.

“Iya nih.. sudah 2 hari dia menghilang..” jawab Anton.

Tiba-tiba Ryan masuk dan bergabung bersama mereka.

“Dari mana saja kau? Kami mencarimu ke mana-mana.” Kata Anton.

“M-Maaf, kemarin aku mengurus tiket Handshake Beginner, hehehe..” jawab Ryan.

“Iih, beli tiket duluan, ajak-ajak dong!” kata Karen.

“Maaf, kemarin kan kalian sibuk (bertarung) jadi aku duluan deh, hahaha!” kata Ryan.

“Kalau tahu kau beli tiket aku mau nitip juga, Anin 5 tiket.” Kata Anton.

“Sudah, sudah jangan berisik, ini Lisa masih terbaring, tahu.” Kata Evan.

Tiba-tiba Lisa terbangun dari tidurnya.

“Eh, maaf sudah merepotkan kalian.” Kata Lisa.

“Sudah bangun ya? Tidak apa-apa kok.” Kata Karen.

“Senang kau sudah bangun.” Kata Evan.

“Kau tidak mengatakan sesuatu, Yan?” tanya Anton.

“S-Senang melihatmu lagi.” Kata Ryan agak terbata-bata.

“Naaah, begitu dong!” kata Anton sambil menepuk bahu Ryan.

“Nit, nit nit.” Bunyi tanda notifikasi berbunyi, kali ini sinyalnya datang dari Tennis Indoor Senayan, tempat Handshake Beginner akan dilakukan.

“Wah, itu tempat handshake! Ayo kalian, berjuang!” kata Anton.

“Kami akan terus berjuang!” kata Karen.

Mereka pun pergi meninggalkan rumah Anton.

“Aku juga pergi dulu ya.” Kata Ryan.

“Loh kenapa, Yan? Kau kan baru sampai..” tanya Anton.

“Aku masih ada urusan lagi nih, dadah!” jawab Ryan.

***

“Walah, monster-monster apa lagi ini? Kok mirip anak-anak pas pesta Halloween?” tanya Evan spontan melihat monster-monster yang ada di situ.

“Iya nih, aneh banget. Ayo hajar mereka!” balas Karen.

“Berubah!” kata keduanya.

*Junianatha Form*

*Light Form! My light is eternal! My speed is undefeated! Light Speed is awesome!*

“Widih, pamer kekuatan baru ya..” kata Kamen Rider VVota agak mengejek.

“Berisik, kalau kau tidak cepat melawan mereka, kau pasti kalah!” kata Kamen Rider Senbatsu lebih mengejek.

“Cih, sombong sekali dia. Yosha ikuzo!” teriak Kamen Rider VVota.

Keduanya pun pamer kekuatan melawan monster-monster halloween, seperti Dark Angel, Jack O’Lanterns, Vampire, Witch, dan Werewolf.

Werewolf itu mengeluarkan taring dan cakarnya, lalu menyerang Kamen Rider VVota.

“Aaarggh!” Jago juga ini monster!” teriak Kamen Rider VVota.

Lalu Witch mengambil sapu terbangnya, lalu terbang menembaki Kamen Rider Senbatsu dengan tongkatnya.

“Whew. Untung saja aku memiliki kekuatan cahaya, jadi aku bisa menghindari serangan itu.

Di tengah pertarungan pun, Jack O’Lanterns langsung melempar banyak sekali bom-bom berbentuk labu dari kepalanya.

“Aaarggh! Aku tidak menduga itu!” teriak Kamen Rider Senbatsu.

“Ahh kau ini, ternyata pikiranmu tidak secepat itu (cahaya) ya! Hissatsu! Axe Rhytm!” teriak Kamen Rider VVota.

“Bisanya hanya mengejek, aku juga tidak akan kalah! Hissatsu!” teriak Kamen Rider Senbatsu.

*Finisher Attack: Light-Speed Charge*

Para monster itu pun hancur oleh serangan hissatsu mereka menjadi butiran-butiran hitam. Tapi para monster itu kembali ke wujud aslinya dan dipenuhi oleh Dark Aura.

“Walah.. menarik juga ini. Teh Imel, bantuan nya (tolong bantu ya)!” teriak Kamen Rider VVota.

*Chouzetsu kawaii: GEN-GEN-GENERAL~ GEN-GEN-GEN-GENERAL~ GENERAL MANAGER: Laksani Form*

“Ceria dan bersinar selalu! Laksani Sword! Yosha ikuzo!” teriak Kamen Rider VVota.

“Wah, dia juga mau pamer kekuatan ya.” Gumam Kamen Rider Senbatsu.

Werewolf itu pun terlihat lebih ganas dari sebelumnya. Taringnya yang semakin tajam, dan cakarnya yang semakin panjang dan disertai oleh Dark Aura. Begitu pula dengan Witch yang mengeluarkan aura hitam dari sapu terbangnya itu. Jack O’Lantern yang awalnya menyala oranye terang berubah menjadi gelap.

*Shining!*

Dark Aura dari para monster itu pun tidak mengefek sama sekali karena serangan Shining dari Kamen Rider VVota. Kamen Rider Senbatsu langsung bergerak dengan kecepatan cahaya sambil memutar naginatanya dalam serangannya. Para monster itu menjadi lengah, tapi belum kalah.

Dark Werewolf itu bergerak secepat bayangan, menyerang Kamen Rider VVota dengan cakarnya yang panjang itu yang menyebabkan Kamen Rider VVota terlempar. Dark Witch yang berterbangan menembaki kedua Rider dengan tongkatnya itu. Tembakan itu menjadi lebih masif dari tembakan sebelumnya. Jack O’Lantern dengan aura hitamnya itu mengeluarkan bom-bom labu besar ke arah kedua Rider. Tapi yang dikeluarkannya bukan eksplosif, melainkan mengeluarkan aura hitam yang lebih pekat lagi.

“Cih, sialan..” gumam Kamen Rider VVota.

*Shining!*

“Sepertinya yang menghidupkan mereka itu Dark Aura deh…” kata Kamen Rider Senbatsu.

“Memangnya kenapa? Kau lelah? (maksudnya mengejek, memancing menggunakan hissatsu).” Balas Kamen Rider VVota. “Hissatsu! Laksani Slash!”

Kamen Rider VVota langsung berlari menyerang para monster itu hingga monster itu pun menjadi kaku.

“Hissatsu juga, deh!” kata Kamen Rider Senbatsu. “Mari coba ini!”

Kamen Rider Senbatsu melepaskan Dual Shadow Swordnya yang tadinya dalam bentuk naginata, lalu menggunakan hissatsu.

*Finisher Attack: Eternal Light*

Serangan itu tidak terlihat, dan yang terlihat hanya ada para monster yang sudah bersinar dari sabetan Kamen Rider Senbatsu. Monster itu pun langsung hancur dan meledak. Mereka berdua memenangkan pertarungan ini.

***

Di balik pilar, muncullah seorang Rider baru yang terlihat baru saja mau bergabung dengan mereka. Namun langkahnya terhenti karena monster Halloween itu sudah hancur. Rider baru ini mengenakan Music Driver di pinggangnya, dan memegang pedang yang berwarna merah, kuning, dan hijau.

“Ternyata para Rider itu sudah mengalahkan mereka ya. Tapi tunggu dulu, sepertinya ada 5 monster, tapi mereka hanya mengalahkan 4. Ke mana yang satunya ya?” kata Rider baru itu.

***

“Bagaimana? Ada apa di sana?” tanya Anton.

“Monster-monster aneh, terlihat seperti anak-anak di pesta kostum gitu deh!” kata Evan.

“Mengalahkan mereka pun mudah. Semudah bergerak dengan kecepatan cahaya! Hahaha!” Kata Karen. “Duh kakiku sakit.. aku terlalu lelah.”

“Istirahat sana! Ngomong-ngomong mana Ryan, dan Lisa?” tanya Evan.

“Jaaann! Aku sudah sembuh total!” teriak Lisa dari belakang Evan.

“Waaah, bagus-bagus! Nanti kita bisa handshake bersama! Hahahaha!” kata Evan.

“Ryan.. tadi dia bilang ada urusan.. tunggu saja deh dia kembali kemari.” Kata Anton.

***

Selanjutnya di Kamen Rider VVota

“Para Kamen Rider berhasil menghancurkan Halloweenster kita. Dark Aura mereka sudah aktif, tapi para Rider tetap berhasil mengalahkannya.” Jawab Dark Angel.

“Tenanglah. Kau berhasil membawa bagian tubuh mereka, kan?” tanya Habire lagi.

“Tentu saja, tuan.” Jawab Dark Angel.

“Lahirlah kembali! Halloweenster!” teriak Habire.

“Nah, kan waktu itu kau sudah TewoTeran, Ton, sekarang waktunya #TnMkuy!” kata Evan.

Saat sudah memasuki intro lagu, tiba-tiba keluarlah sayap hitam membentang dari punggung Ve.

“Kalian… lemah.” Kata Dark Ve.


Episode 21: Halloween Night, Midnight, Boogie Night!

Episode 20: Monster Aneh! Rider baru?

Posted by Dwayne Matthew Evan
Rabu, 03 Agustus 2016
Ini mau cerita tentang pengalaman ngidol gwe pertama kali, bareng JKT48 Bloggers! Silahkan dibaca di blog utama gwe.

StarkEvan - Ngidol bareng JKT48 Bloggers

Ngidol Bareng JKT48 Bloggers!

Posted by Dwayne Matthew Evan
Selasa, 02 Agustus 2016
Sebelumnya di Kamen Rider VVota

*Dark Aura*

Tapi Habire bisa menangkis serangan itu dengan 1 tebasan naginatanya. Kamen Rider Senbatsu pun terlempar dalam serangan itu.

“Hmm? Apa ini?” tanya Karen di sebuah hutan indah yang dipenuhi dengan pohon cemara.

Ia melihat ke atas, dan matahari tepat berada di atas kepalanya. Itu menunjukkan waktu yaitu sekitar jam 12 siang. Karen Pun kembali melihat ke arah pepohonan dan mulai berjalan. Hingga di suatu tempat yang memiliki banyak pohon, ia memperhatikan bayangan pohon yang perlahan-lahan hampir pudar. Lalu muncullah terang yang sangat terang, bahkan lebih terang daripada matahari yang membuat bayangan itu hilang seketika.

“A-Apa ini?” Tanya Karen dalam hati.

“Shadow Cycle!” teriak Evan sambil melompat.

Shadow Cycle pun berjalan dan berputar mengitari Evan yang sedang melompat dan Light Cycle. Evan melompat dari Light Cycle dan berhasil menangkap Kamen Rider Senbatsu yang terlempar akibat serangan Habire. Lalu Shadow Cycle melakukan putaran terakhir dan apa yang diputarinya pun hilang bersama motor itu, seperti bayangan.

***

“Sial, tadi itu terlalu berbahaya, Karen!” bentak Evan.

“M-Maaf, aku pikir aku bisa mengalahkannya dengan satu tebasan saja. Tapi ternyata…” kata Karen.

“Kau bisa mati di pertarungan itu tahu!” bentak Evan lagi sambil memotong.

“M-Maafkan aku! Ngomong-ngomong.. aku dapat penglihatan saat terpental tadi. Aku tiba-tiba melihat terang yang mengalahkan kegelapan dalam sekejap. Aku penasaran itu apa, tapi aku merasa terhubung dengan cahaya itu.” Kata Karen.

“Hmm.. benarkah?” Tanya Evan,

Tiba-tiba Anton datang memotong pembicaraan, “Eh, ada yang lihat Ryan?”

“Memang dia belum pulang dari tadi?” Tanya Evan.

“Belum.. mungkin dia sedang menenangkan dirinya. Kita tunggu saja dia kembali kalau begitu.” Kata Anton.

“Tapi tetap saja.. duelku dengan Habire masih belum selesai, aku akan menunjukkan bahwa akulah yang terkuat! Pasti ada cara untuk menghancurkan Habire!” kata Karen.

“Sudahlah, lebih baik kau beristirahat lagi, kondisimu sudah buruk, tahu.” Kata Evan.

Dua hari kemudian pun, Karen pun kembali ke markasnya yang dulu, di mana ada pemimpin, yaitu Belt-san.

“Belt-san..” panggil Karen.

“Ada apa, Karen?” Tanya Belt-san.

“Aku mendapatkan sebuah penglihatan. Ada sebuah cah..” jawab Karen.

“Cahaya yang sangat terang yang menghilangkan bayangan dalam sekejap kan?” Tanya Belt-san.

“I-Itu benar.. bagaimana kau bisa tahu?” Tanya Karen.

“Ya, aku sudah pernah mendapatkan mimpi itu saat sebelum aku menjadi Belt, tepatnya di malam pertama di mana aku membuatkanmu Driver itu.” Kata Belt-san.

“Begitu ya..” kata Karen.

“Jangan khawatir, ambil kartu ini dan pulanglah. Sebenarnya aku belum menyelesaikan prototip itu, karena, kau tahu, keadaanku terbatas saat ini. Aku merindukan masa-masa di mana kau masih membantuku, dan sekarang kau sudah menjadi seorang pahlawan.” Kata Belt-san.

“T-Terima kasih, Belt-san! Aku pergi dulu!” kata Karen sambil meninggalkan Belt-san.

Dalam perjalanan, tiba-tiba Habire muncul kembali.

“Hai, masih ingin kabur?” teriak Habire yang tiba-tiba muncul di depan motor Karen.

“Whoaaaaahh!” teriak Karen saat terlempar jatuh dari motor karena kaget.

“Tampaknya kau jadi lemah sejak saat itu ya..” ejek Habire.

“Berhati-hatilah dengan siapa kau bicara! Berubah!”

*Veranda Form*

“Mau melanjutkan duel ini lagi? Aku siap!” teriak Kamen Rider Senbatsu.

“Kau ingin mati cepat ya? Baiklah kuterima tantangan ini!” teriak Habire.

Keduanya pun langsung saling serang.

***

“Ryan!” teriak Anton di rumah Ryan. “Oii, Ryan! Ah sepertinya dia tidak ada di rumah.”

Saat Anton hendak meninggalkan rumah Ryan, terdengarlah suara yang mirip dengan suara mesin dan suara musik. Anton pun berbalik, dan ingin mencoba masuk ke rumah Ryan. Tapi tiba-tiba Evan menelepon.

“Ton, kau di mana? Cepat kemari, lokasinya akan kukirim! Habire berulah! Aku sedang di jalan!” kata Evan.

“B-Baiklah, aku segera ke sana!” jawab Anton.

***

“Hanya itu kekuatanmu?” kata Habire yang sudah mengeluarkan Dark Aura.

“Sial.. dia terlalu hebat.” Pikir Kamen Rider Senbatsu. “Oh iya, benar juga! Kartu dari Belt-san!”

Kamen Rider Senbatsu pun mengeluarkan Ultimate PP Veranda dan memasukkan kartu yang diberikan oleh Belt-san.

*Light For….. ERROR. Please contact your administrator*

“Loh, apa maksudnya ini?” kata Kamen Rider Senbatsu yang tiba-tiba berubah ke wujud manusia.

“Jangan melihat ke kiri atau ke kanan saat di pertarungan! Atau kau ingin menghinaku, hah?! Rasakan ini!”

“Wink wa Sankai!” teriak Kamen Rider VVota yang menembak Habire dengan Light Gun dalam Genoveva Form.

“Wah, ada pengganggu… VVombie, serang dia!” teriak Habire.

“Kau meremehkanku dengan menyuruh para pasukanmu yang lemah ini untuk menghancurkanku? Aku pasti sedang bermimpi ya saat ini? Hahaha!” ejek Kamen Rider VVota.

“Kau akan lihat. DARK AURA!” teriak Habire.

Para VVombie itu pun diselimuti oleh Dark Aura.

“Wah, sial. Baiklah, dengan ini pasti lebih mudah. Bantu aku ya, the imel!” teriak Kamen Rider VVota.

*GEN-GEN-GENERAL~ GEN-GEN-GEN-GENERAL~ GENERAL MANAGER: Laksani Form*

“Hissatsu: Laksani Slash!” teriak Kamen Rider VVota.

Para VVombie yang dipenuhi Dark Aura itu pun hancur semuanya. Habire langsung maju untuk berhadapan dengan Kamen Rider VVota satu lawan satu.

“Wah, Dark Aura ini lebih kuat daripada milik Moetaru…” pikir Kamen Rider VVota.

*Shining!*

Tapi ternyata penerangan sementara itu tidak mengefek kepada Habire dan Dark Auranya.

“Sial, mengapa tidak mengefek?” kata Kamen Rider VVota.

“Jawabannya.. Karena kau lemah!” teriak Habire sambil menebas Kamen Rider VVota.

“Sial!” teriak Kamen Rider VVota yang terlempar, lalu kembali ke wujud manusia.

“Jangan mengganggu duel kami, Van!” teriak Karen.

“Kalau begitu, mengapa kau hanya diam di sana?!” teriak Evan.

“Kau tidak marah?” Tanya Karen.

“Kau punya dukunganku, ayo maju!” teriak Evan.

“Baiklah. Mohon bantuannya ya!” kata Karen sambil memejamkan matanya sambil mengumpulkan tekad. “Berubah!”

*Light Form! My light is eternal! My speed is undefeated! Light Speed is awesome!*

Kamen Rider Senbatsu pun kembali ke dalam wujud yang baru, wujud yang lebih cerah daripada sebelumnya. Keluar aura terang dari tubuhnya kali ini.

“Ini.. Light Aura?” Tanya Evan.

“Percuma saja berubah bentuk! Kalau bicara soal kemampuan, tidak akan berubah!” teriak Habire sambil menembakkan Dark Aura dengan 2B-Ray.

Semakin dekat ke arah Kamen Rider Senbatsu, tembakan 2B-Ray itu menghilang bagaikan bayangan yang diterjang oleh cahaya.

“Sial, kalau begitu rasakan ini! Hissatsu: Dark Shadow Spin!” teriak Habire.

Tetapi serangan itu berhasil dihindari Kamen Rider Senbatsu dengan kecepatan cahaya.

***

“P-Pergerakannya tidak terlihat.. keren!” gumam Evan.

“Oi, Van, apa yang.. eh itu.. Karen?!” Tanya Anton.

“Iya, Ton! Lihat itu! Dia keren banget ya!” teriak Evan.

“Tak kusangka.. dia…” gumam Anton.

***

“Sekarang giliranku!” teriak Kamen Rider Senbatsu.

Dual Shadow Swordnya kini menjadi terang bercahaya seperti Light Sword milik Kamen Rider VVota. Kamen Rider Senbatsu langsung bergerak dengan kecepatan cahaya, menyerang Habire dengan sabetan-sabetan pedang bercahaya itu, hingga Habire menjadi lengah.

“Mari kita coba! Hissatsu!”

*Finisher Attack: Light-Speed Charge*

Kamen Rider Senbatsu melempar pedangnya ke tanah, melompat, dan menendang Habire dengan kecepatan cahaya hingga tidak terlihat serangannya seperti apa, dan yang terlihat hanyalah Habire yang tiba-tiba tersungkur ke tanah.

“S-Sial.. dia hebat…” gumam Habire.

Lalu Habire pun kabur dengan Hissatsu Teleport dan Dark Aura.

“Karen, itu tadi hebat! Bagaimana kau bisa seperti itu?” Tanya Evan.

“Entahlah, tekad mungkin? Hahaha!” jawab Karen.

Anton hanya terdiam, seakan ia melihat akan ada sesuatu yang buruk yang terjadi pada Karen.

***

Selanjutnya di Kamen Rider VVota

“Dari mana saja kau? Kami mencarimu ke mana-mana.” Kata Anton.

“M-Maaf, kemarin aku mengurus tiket Handshake Beginner, hehehe..” jawab Ryan.

Bunyi tanda notifikasi berbunyi, kali ini sinyalnya datang dari Tennis Indoor Senayan, tempat Handshake Beginner akan dilakukan.

“Wah, itu tempat handshake! Ayo kalian, berjuang!” kata Anton.

“Kami akan terus berjuang!” kata Karen.

*Junianatha Form*

*Light Form! My light is eternal! My speed is undefeated! Light Speed is awesome!*

Werewolf itu mengeluarkan taring dan cakarnya, lalu menyerang Kamen Rider VVota. Lalu Witch mengambil sapu terbangnya, lalu terbang menembaki Kamen Rider Senbatsu dengan tongkatnya. Di tengah pertarungan pun, Jack O’Lanterns langsung melempar banyak sekali bom-bom berbentuk labu dari kepalanya.

Episode 20: Monster Aneh! Rider Baru?


Episode 19: Kekuatan Cahaya!

Posted by Dwayne Matthew Evan
Selasa, 26 Juli 2016
Sebelumnya di Kamen Rider VVota

“Aku sudah tidak tahan! Adikku mati karena kalian tidak membantunya melawan para Kamen Rider itu!” bentak Habire.

“Apa? Adik? Tunggu… jangan-jangan…” gumam VVoshrek.

“YA! MOETARU ADALAH ADIKKU!” teriak Habire.

“Habire menembakkan senjata 2B-Ray ke arah VVoshrek dan ke arahku. Kami sempat menghindar, tapi saat terpojok, aku dibantu kabur oleh VVoshrek oleh Hissatsu Teleport, tapi entah kenapa dia tidak ikut dengan jurusnya itu.” Jelas Lisa.

Habire hanya terus berjalan tanpa menghiraukan Kamen Rider VVota, lalu menghilang di antara kerumunan orang yang sedang melihat pertarungan tadi.

“Oi! Ah sombong sekali dia.” Kata Kamen Rider VVota sambil mencari-cari di mana Habire.

***

“Dia kabur… tak ada tanda-tanda dari dirinya di kerumunan di mana dia menghilang. Dia lebih berbahaya dari VVoshrek, karena jika VVoshrek dan para kroco-kroconya itu baunya tercium, dia menghilang seperti bayangan..” kata Evan di markas.

“Bayangan? Menarik.. dia berarti lawanku yang sepadan.” Balas Karen.

“Kau yakin bisa?” tanya Evan.

“Dia tidak seperti yang kalian pikirkan.” Tambah Lisa.

“Memang kenapa?” tanya Evan.

“Saat dia kabur, dia tidak benar-benar kabur. Dia bisa muncul kembali di belakangmu, dengan kedua light stick hitamnya tertancap di jantungmu.” Jawab Lisa.

“B-Benarkah??!” kata Evan dengan terkejut.

“Lebih berbahaya daripada Hissatsu Teleport VVoshrek ya…” kata Karen.

“Kalau begitu aku akan mengajukan kepada pemimpin (Belt-san) untuk memikirkan jalan keluar termudahnya untuk saat ini. Nanti akan kukabari lagi. Aku harus menelepon dia dulu, sebentar ya!” kata Anton.

Ryan yang masih marah dengan kakaknya hanya terdiam di ujung ruangan sambil mendengarkan lagu JKT48 dengan keras dengan headphonenya. Tiba-tiba muncullah notifikasi di komputer Live Report, dari seorang warga yang mengirim video Habire sedang menghancurkan lobby FX, dan show teater akan mulai sebentar lagi. Evan, Karen, dan Lisa langsung bergegas pergi ke FX. Sesampainya di FX, Evan dan Karen menghampiri Habire, sedangkan Lisa bersembunyi di dekat mereka.

“Berani-beraninya kalian para Kamen Rider menantangku ya? Akan kuhancurkan kalian beserta girlband kesukaan kalian itu!” teriak Habire.

“Perlu diingat..” kata Evan.

“JKT48 itu Idol Group..” tambah Karen.

“Aaaaah, berisik!!” teriak Habire maju bersama para VVombie.

Evan dan Karen berlari menuju para VVombie dan Habire dan melawan mereka. Lisa melihat dari kejauhan, berharap bisa membantu, tapi ia tidak bisa apa-apa, karena jika ia berubah menjadi Chou Moenster, ia akan terbunuh oleh Habire.

“Berubah!” teriak Evan dan Karen.

*VVota Form. Ourya oi, ourya oi, ourya oi, aaaaa yossha ikuzo!*

*Veranda Form*

Saat keduanya berubah menjadi Kamen Rider, Habire tiba-tiba menghilang. Lisa pun terkejut, dan merasa dingin di dada sebelah kirinya. Saat ia ke arah dada kirinya, ternyata ia sudah ditikam oleh Habire dengan light stick hitamnya.

“Mana Habire?” tanya Kamen Rider VVota.

“Dia di… SIALAANN!!!” jawab Kamen Rider Senbatsu.

***

“Ini yang kau dapat jika mengkhianati kami.” Kata Habire.

“Sialan kau! Kau pasti akan hancur oleh kedua Rider itu!” teriak Lisa yang kemudian berubah ke wujud Chou Moenster.

“Satu hal yang perlu kau tahu sebelum hancur, VVoshrek belum kuhancurkan. Aku tidak jadi menghancurkannya karena aku tahu dia bisa dipakai. Kalau begitu, terima ini. Hissatsu: X-Cut!” teriak Habire.

“Sialan, dia pasti akan mati…” pikir Kamen Rider Senbatsu, “Oh iya benar juga, gunakan saja Shadow Cycle!”

*Shadow Cycle*

Kamen Rider Senbatsu memanggil Shadow Cycle yang muncul secara tiba-tiba entah dari mana dan menghajar Habire sebelum Habire melakukan serangan pamungkasnya kepada Chou Moenster.

“Cih… untung saja kekuatanku secepat bayangan! Dia jadi selamat!” kata Kamen Rider Senbatsu.

“Wah, boleh juga kekuatanmu. Baiklah, kau adalah lawanku kali ini!” teriak Habire.

“Siapa takut?! Kalau begitu… Van, bawa Lisa ke markas dan obati dia sebelum dia mati!” kata Kamen Rider Senbatsu.

“Oh.. iya.. baik!” kata Kamen Rider VVota.

Kamen Rider VVota langsung berlari ke arah Lisa dan membawa Lisa pergi dengan Light Cycle.

Kamen Rider Senbatsu mengeluarkan Shadow Swordnya dan memasangkan keduanya hingga menjadi naginata. Habire juga memasangkan kedua light stick hitamnya hingga menjadi naginata. Duel kedua pengguna naginata dengan kekuatan masing-masing yang hampir sama, yaitu bayangan, dimulai!

***

“Anton, Ryan, tolong! Tolong dia!” teriak Evan sambil menggendong Lisa masuk ke dalam rumah Anton.

“Apa yang terjadi?!” tanya Anton.

“Nanti kujelaskan, sekarang urus dia dulu!” kata Evan.

Ryan hanya menatap kakaknya yang terluka itu dengan tatapan takut, tapi ia menyembunyikannya.. dengan berlari ke luar.

“Oi mau ke mana, Yan?!” teriak Evan.

“Sudah kita urus dia (Lisa) dulu!” kata Anton.

***

Kedua pengguna naginata itu, Kamen Rider Senbatsu dan Habire berlari, dan mulai mengadu serangan mereka. Keduanya menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Kecepatan bayangan dari keduanya membuat lingkungan di sekitar FX hancur tanpa sebab yang jelas jika dilihat dengan mata manusia biasa. Keduanya pun terdiam karena menahan masing-masing serangan.

“Kekuatanmu boleh juga ya..” kata Habire.

“Ternyata selama ini aku meremehkanmu!” kata Kamen Rider Senbatsu.

Keduanya pun melakukan hissatsu.

“Rasakan ini!” teriak Kamen Rider Senbatsu.

*Last Attack: Storm Shadow*

“Hissatsu: Dark Shadow Spin!” teriak Habire.

Saat keduanya mengadu serangan terjadi ledakan yang cukup besar di FX. Para pengunjung berlarian. Para VVota langsung berlari keluar teater untuk menyelamatkan diri. Para member juga ikut berhamburan keluar dari teater.

“Sialan.. situasi jadi di luar kendali.” Pikir Kamen Rider Senbatsu. “Kuharap Evan bisa membantu.”

“Kenapa diam?! Kau lelah?!” tanya Habire dengan nada mengejek.

“Aku diam karena kukira kau menyerah! Ayo mulai lagi!” teriak Kamen Rider Senbatsu.

“Kau yang minta!” balas Habire.

*Dark Aura*

“Sial dia menggunakan Dark Aura. Tapi ini membuat pertarungan menjadi semakin seru!” pikir Kamen Rider Senbatsu.

Keduanya kembali beradu serangan. Kekuatan Habire yang tadi menjadi 4x semakin kuat dengan tambahan Dark Aura. Serangan Kamen Rider Senbatsu juga hampir tidak mengefek kepada Habire.

“Duh, bagaimana ini, tidak mengefek sama sekali..” pikir Kamen Rider Senbatsu.

“Sudah lelah kah? Apa ingin menyerah?” tanya Habire mengejek.

“Sudah lelah… sudah lelah dengan omonganmu itu! Rasakan ini!” teriak Kamen Rider Senbatsu.

*Last Attack: Storm Shadow*

Tapi Habire bisa menangkis serangan itu dengan 1 tebasan naginatanya. Kamen Rider Senbatsu pun terlempar dalam serangan itu.

***

“Hmm? Apa ini?” tanya Karen di sebuah hutan indah yang dipenuhi dengan pohon cemara.

Ia melihat ke atas, dan matahari tepat berada di atas kepalanya. Itu menunjukkan waktu yaitu sekitar jam 12 siang. Karen Pun kembali melihat ke arah pepohonan dan mulai berjalan. Hingga di suatu tempat yang memiliki banyak pohon, ia memperhatikan bayangan pohon yang perlahan-lahan hampir pudar. Lalu muncullah terang yang sangat terang, bahkan lebih terang daripada matahari yang membuat bayangan itu hilang seketika.

“A-Apa ini?” Tanya Karen dalam hati.
***

Pada saat yang sama pula, Evan tiba di FX dan melihat Kamen Rider Senbatsu sedang terlempar.

“Shadow Cycle!” teriak Evan sambil melompat.

Shadow Cycle pun berjalan dan berputar mengitari Evan yang sedang melompat dan Light Cycle. Evan melompat dari Light Cycle dan berhasil menangkap Kamen Rider Senbatsu yang terlempar akibat serangan Habire. Lalu Shadow Cycle melakukan putaran terakhir dan apa yang diputarinya pun hilang bersama motor itu, seperti bayangan.

“Cih, jadi kau selemah itu ya? Seharusnya aku tidak menganggapmu kuat. Cih.” Gumam Habire.

***

Selanjutnya di Kamen Rider VVota

“Sial, tadi itu terlalu berbahaya, Karen!” bentak Evan.

“Jangan khawatir, ambil kartu ini dan pulanglah.” Kata Belt-san.

*Veranda Form*

“Mau melanjutkan duel ini lagi? Aku siap!” teriak Kamen Rider Senbatsu.

*GEN-GEN-GENERAL~ GEN-GEN-GEN-GENERAL~ GENERAL MANAGER: Laksani Form*

“Hissatsu: Laksani Slash!” teriak Kamen Rider VVota.

“Mohon bantuannya ya! Berubah!” teriak Karen.

*Light Form! My light is eternal! My speed is undefeated! Light Speed is awesome!*

Kamen Rider Senbatsu pun kembali ke dalam wujud yang baru, wujud yang lebih cerah daripada sebelumnya. Keluar aura terang dari tubuhnya kali ini.

“Ini.. Light Aura?” Tanya Evan.


Episode 19 : Kekuatan Cahaya!

Episode 18: Duel Pengguna Naginata!

Posted by Dwayne Matthew Evan
Minggu, 17 Juli 2016
Halo!

Maaf setelah sekian lama baru muncul lagi, karena waktu itu di akhir Mei kita lagi ujian, dan selama liburan bukannya ngelanjutin cerita, eh malah keenakan liburan sebulan.. hehehe..

Kalau begitu, nikmati episode baru yang baru diupdate ya, masih hangat tuh XD

Untuk mengejar ketertinggalan, mungkin minggu depan akan mengupdate 2 episode dalam 1 minggu.

Terima kasih.

Postponed #2

Posted by Dwayne Matthew Evan
Sebelumnya di Kamen Rider VVota

“Ada apa, Tuan?!” Tanya Habire kesal.

“Sangat berbahaya, Rider itu semakin kuat, kau bisa hancur nanti!” jawab VVoshrek.

“Apa?! Moetaru mati?! Bagaimana bisa?!” bentak Chou Moenster yang tiba-tiba muncul.

*Dark Evolution*

Tiba-tiba warna hitam dari Light Stick yang dipegang VVombie itu pun semakin gelap, dan keluar Dark Aura dari dalamnya. Lalu VVombie itu berevolusi, menjadi VVombie yang lebih ganas, dipenuhi Dark Aura.

“Sial.. Dark Aura..” kata gumam Kamen Rider VVota.

Mereka berdua pun hendak kembali ke markas, tiba-tiba datang Chou Moenster.

“Tunggu, aku tidak mau bertarung, aku hanya ingin bicara!” kata Chou Moenster.

***

“Ka-kakak…” gumam Ryan.

“Jadi ada apa sebenarnya?” tanya Evan.

“Aku kemari karena ada sesuatu yang terjadi.” Kata Chou Moenster.

Chou Moenster yang terlihat sedih itu pun berubah wujud menjadi wujud manusia.

“W-Wah!! Bisa jadi manusia juga!” teriak Evan.

“Ya, karena wujud kami masih tidak terlepas dari tubuh manusia. Dan oh iya, nama asliku Lisa.” Kata Chou Moenster.

“Jadi kakak mau apa ke sini?!” kata Ryan sambil membentak.

“Aku kemari untuk menceritakan sesuatu kepada kalian... sesuatu yang membuat aku sedih saat ini.” Kata Lisa.

“Kalau begitu, memangnya ada apa?” tanya Evan.

“Begini… jadi..” Lisa pun mulai menjelaskan kepada mereka tentang apa yang terjadi.

***

“Jadi waktu Moetaru mati, Habire dipanggil mundur oleh VVoshrek. Nah, setelah mendengar bahwa Moetaru mati, Habire menjadi marah tanpa alasan yang jelas. Menurutku tidak mungkin sebatas teman dia bisa semarah itu. Sampai akhirnya kemarin, hal yang mengejutkan terjadi. Habire tiba-tiba mengamuk.” Jelas Lisa.

“Hei Habire, ada apa tiba-tiba datang ke sini?” tanya VVoshrek.

“Aku sudah tidak tahan! Adikku mati karena kalian tidak membantunya melawan para Kamen Rider itu!” bentak Habire.

“Apa? Adik? Tunggu… jangan-jangan…” gumam VVoshrek.

“YA! MOETARU ADALAH ADIKKU!” teriak Habire.

“Benarkah?” tanya VVoshrek tidak percaya.

“Karena kau tidak menyelamatkan adikku, kau akan menanggung akibatnya!” teriak Habire.

***

“Habire menembakkan senjata 2B-Ray ke arah VVoshrek dan ke arahku. Kami sempat menghindar, tapi saat terpojok, aku dibantu kabur oleh VVoshrek oleh Hissatsu Teleport, tapi entah kenapa dia tidak ikut dengan jurusnya itu.” Jelas Lisa.

“Begitu ya... jadi..” sahut Evan.

“Ya. Ada kemungkinan sekarang VVoshrek sudah hancur. Atau mungkin menjadi tawanan Habire.” Kata Lisa. “Yah.. kali ini aku datang untuk ini saja, karena sekarang aku tidak bisa tinggal di markasku, dan tidak memiliki tempat tinggal, aku akan pergi lagi ya.” Kata Lisa.

Anton pun memberikan kode kepada Ryan agar memberinya tumpangan tempat tinggal. Ryan enggan memberikan tumpangan kepada kakaknya yang monster itu. Tapi Evan kembali meyakinkan Ryan, sehingga Ryan memberikan tumpangan kepada kakaknya itu. Akhirnya Lisa kembali tinggal dengan Ryan di flat milik Ryan.
Keesokan harinya, mereka kembali berkumpul di markas, di rumah Anton, ditambah dengan Chou Moenster alias Lisa yang juga ikut berkumpul. Evan dan yang lainnya sedang meminta Lisa membongkar rahasia dibalik Habire, titik kelemahan, dan lainnya, tapi Chou Moenster hampir tidak mengetahuinya. Pada saat yang tepat, VVombie kembali menyerang para VVota yang sedang gathering.

“Karen, Evan, saatnya kalian pergi. Kami akan menyusul. Oh ya, Ren, motormu ada di garasi, silahkan dipakai. Namanya Shadow Cycle.” Kata Anton.

“Baik, Ton!” sahut Karen.

“Aku juga ikut!” kata Lisa.

“Kalau begitu, kau ikut kita saja nanti ya.” kata Anton.

Ryan masih terdiam karena ia terlihat tidak suka dengan kembalinya kakaknya.

Evan dan Karen pun tiba di lokasi. Para VVota yang sedang gathering sudah terkapar di tanah, dan beberapa yang lainnya sedang berusaha lari dari VVombie. Mereka berdua langsung berlari ke arah VVombie itu dan menghajarnya.

“BERUBAH!” teriak mereka berdua.

*VVota Form. Ourya oi, ourya oi, ourya oi, aaaaa yosha ikuzo!*

*Senbatsu Form. Senbatsu, Undergirls, Next Girls, Future Girls, Upcoming Girls, this is election!*

Kedua Kamen Rider pun melawan para VVombie dengan mudahnya. Lalu datanglah Anton, Ryan, dan Lisa di lokasi. Lisa pun meneriaki kedua Rider tentang titik kelemahan VVombie.

“Serang di bagian lengan bawah mereka! Itu titik lemah mereka!” teriak Lisa.

“Baiklah, terima kasih!” kata Kamen Rider VVota.

Para VVombie itu pun hancur dengan mudah. Tapi tak ada waktu lama, datanglah VVombie yang lebih banyak lagi dari sebelumnya.

“Wah makin banyak saja.” Kata Kamen Rider Senbatsu.

“Kau tidak bisa membantu?” tanya Anton kepada Lisa.

“Jika aku menunjukkan diriku sekarang, akan lebih riskan untuk kalian berdua dan diriku sendiri.” Kata Lisa.

“Begitu ya.” kata Anton.

Di sisi lain, terdengarlah suara yang sudah tak asing bagi mereka semua.

“Hahahaha, kalian memang kuat ya. Tapi apakah kalian kuat menantangku?” kata Habire.

“Tergantung, seberapa seriusnya engkau, Habire.” Kata Kamen Rider VVota agak menantang.

*Dark Aura*

Habire mengaktifkan Dark Aura di seluruh VVombie yang ada, sehingga VVombie yang jadi berevolusi dan semakin ganas.

“Loh, apa ini? Belum pernah aku liat yang seperti ini. Selama VVombie membuka tingkatan Dark Aura, tidak pernah ada yang seganas ini.” Kata Lisa.

“Benarkah? Bisa jadi ini pertanda buruk…” kata Anton. “Kalian berdua, berhati-hatilah!”

“Kalau begitu kasusnya, aku harus menggunakan ini.” Kata Kamen Rider VVota sambil mengeluarkan Ultimate PP Melody.

“Aku juga harus showoff kalau begitu. Aku tidak akan kalah.” Kata Kamen Rider Senbatsu sambil mengeluarkan Ultimate PP Veranda.

*Chouzetsu kawaii: GEN-GEN-GENERAL~ GEN-GEN-GEN-GENERAL~ GENERAL MANAGER: Laksani Form*

* Veranda Form*

Kedua Rider pun berubah form.

*Shining!*

Kamen Rider VVota mengarahkan Laksani Sword ke langit dan mengeluarkan cahaya supaya Dark Aura pada VVombie terlihat.

“Mari kita gabungkan kecepatan angin badai dengan bayangan.” Gumam Kamen Rider Senbatsu.

Keduanya pun menyerang VVombie. Habire hanya melihat kedua Rider bertarung dengan tatapan biasa saja, dengan wajah sedikit tersenyum. Lisa hanya menatap Habire dengan sinis. Di pertarungan, Kamen Rider VVota dengan mudahnya menangkis serangan para VVombie, tapi berbeda dengan Kamen Rider Senbatsu, setiap ia bergerak seperti bayangan, keberadaannya selalu berhasil ditebak VVombie. Setiap ia berpindah tempat menggunakan kecepatan angin, sebelum berhasil berpindah, ia pasti sudah jatuh karena dihajar VVombie.

“Ren, ada apa denganmu? Mengapa kau selalu kena serangan mereka?” tanya Kamen Rider VVota.

“Aku juga tidak tahu, setiap aku berpindah tempat, mereka bisa melihat perpindahanku yang secepat bayangan. Aku jadi… huaaakkhh” teriak Kamen Rider Senbatsu.

Kamen Rider Senbatsu pun kembali ke wujud manusia.

“Cih.. apakah ini waktunya untuk menggunakan “itu”? Ah tapi sepertinya jangan dulu deh.” Gumam Ryan.

“Sial, ini tidak bagus! Karen, awas!” teriak Kamen Rider VVota sambil menahan serangan VVombie yang hendak menyerang Karen. “Cepatlah lari!”

“B-Baik!” teriak Karen.

Karen pun berlari ke Anton, Ryan, dan Lisa.

“Kau tidak apa-apa kan?” tanya Ryan.

“Tidak, aku baik-baik saja.” Jawab Karen.

“Kalian telah berurusan dengan orang yang salah. Jangan pernah menyerang para VVota lagi! Kekuatan para VVota akan menghancurkan kalian, tahu!” teriak Kamen Rider VVota.

*VVARO FORCE*

“Rasakan ini! LAKSANI SPIN!” teriak Kamen Rider VVota.

Para VVombie yang mengelilingi Kamen Rider VVota pun terpental oleh serangan putaran dari Kamen Rider VVota lalu hancur satu per satu. Wajah Habire yang tersenyum tanpa arti pun berubah menjadi datar. Ia hanya menatap jalanan dengan kosong, lalu ia pergi.

“Mau ke mana kau?” teriak Kamen Rider VVota.

Habire hanya terus berjalan tanpa menghiraukan Kamen Rider VVota, lalu menghilang di antara kerumunan orang yang sedang melihat pertarungan tadi.

“Oi! Ah sombong sekali dia.” Kata Kamen Rider VVota sambil mencari-cari di mana Habire.

***

Selanjutnya di Kamen Rider VVota

Evan dan Karen berlari menuju para VVombie dan Habire dan melawan mereka.

“Berubah!” teriak Evan dan Karen.

*VVota Form. Ourya oi, ourya oi, ourya oi, aaaaa yossha ikuzo!*

*Veranda Form*

Habire tiba-tiba menghilang. Lisa pun terkejut, dan merasa dingin di dada sebelah kirinya. Saat ia ke arah dada kirinya, ternyata ia sudah ditikam oleh Habire dengan light stick hitamnya.

“Dia di… SIALAANN!!!” jawab Kamen Rider Senbatsu.

Kedua pengguna naginata itu, Kamen Rider Senbatsu dan Habire berlari, dan mulai mengadu serangan mereka. Keduanya menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Kecepatan bayangan dari keduanya membuat lingkungan di sekitar FX hancur tanpa sebab yang jelas jika dilihat dengan mata manusia biasa.


Episode 18: Duel Pengguna Naginata!

Episode 17: Alasan yang Sebenarnya?

Posted by Dwayne Matthew Evan
Senin, 06 Juni 2016
Sebelumnya di Kamen Rider VVota

“Dasar bodoh, mengorbankan nyawa demi cewek-cewek yang menari-nari dan menyanyi-nyanyi di atas panggung. Lebih baik kau menjadi Wakil dari VVoshrek!” kata Moetaru.

“Maaf, tidak ada waktu untuk menjadi Wakil dari VVoshrek. Jadwalku penuh untuk melindungi JKT48.” Kata Kamen Rider VVota.

“Hissatsu.”

*VVaro Force*

“LAKSANI SLASH!” teriak Kamen Rider VVota.

“TIDAAAK!” teriak Moetaru.

“Habire, mundur!” teriak VVoshrek. “Hissatsu Teleport!”

***

Setelah kabur dari pertarungan, VVoshrek dan Habire kabur ke markas mereka.

“Ada apa, Tuan?!” Tanya Habire kesal.

“Sangat berbahaya, Rider itu semakin kuat, kau bisa hancur nanti!” jawab VVoshrek.

“Itu sih aku bisa mengatasinya tadi jika kau tidak muncul! Yang aku maksud, tentang Moetaru! Kau bilang dia mati!” bentak Habire.

“Oh.. soal itu..” kata VVoshrek.

“Apa?! Moetaru mati?! Bagaimana bisa?!” bentak Chou Moenster yang tiba-tiba muncul.

Chou Moenster merasa sangat bersalah dengan matinya Moetaru. Ia terus menyalahkan dirinya.

“Ya.. dia berevolusi menjadi Dark Aura.. tetapi kekuatan baru Kamen Rider itu berhasil mengalahkannya, mengalahkan Dark Aura..” kata VVoshrek.

“Sialan! Sialan!” teriak Habire.

“Ada apa denganmu?” tanya VVoshrek dengan nada yang meninggi.

“Tidak! Tidak ada yang perlu kau ketahui!” teriak Habire sambil meninggalkan mereka berdua.

Chou Moenster pun juga pergi dengan memandangi VVoshrek, lalu ia menyusul Habire.

***

“Gils, keren abis ini Ultimate PP.” Gumam Evan.

“Serius? Coba lihat.” kata Ryan. “Wah, ibu GM!”

“Ibu GM? Serius? Coba lihat juga!” kata Anton.

Evan, Karen, dan Ryan sedang berkumpul di markas mereka, di rumah Anton. Mereka sedang membahas JKT48, ya, karena mereka adalah vvota dan vvoti. Mereka membahas Handshake Festival Beginner yang akan dilaksanakan pada 19 Maret 2016 di Istora Senayan.

“Gimana? Kalian sudah beli tiket untuk HS?” tanya Anton.

“Belum nih.. aku masih bimbang.. duit aku juga belum tentu cukup..” jawab Evan.

“Memang kau sudah beli, Ton?” tanya Karen.

“Sudah dong.. pengen ngobrol lagi sama Anin.. ahahahahah.” Jawab Anton.

“Sering ngobrol, tapi memangnya kau diingat Anin? Hahahah!” balas Karen.

“Pas—eh.. jangan begitu dong!” balas Anton.

Saat tengah asik mengobrol, tiba-tiba muncul notifikasi.

“VVombie beraksi. Van, Ren, hajar dia.” Kata Ryan.

“Baiklah, kami menuju ke sana.” Kata Evan.

“Oh iya, Ren. Pimpinan(Belt-san) menghubungi, katanya dia sedang mengembangkan motor untukmu. Aku sudah dapat sketsa bentuknya.” Tambah Ryan.

“Baiklah. Kami pergi dulu!” kata Karen.

Evan dan Karen pun menaiki Light Cycle dan bergerak menuju tempat VVombie beraksi. Saat dihampiri, VVombie itu memegang sebuah Light Stick hitam.

“Light stick hitam? Senjata itu lagi?” kata Evan sambil menuruni Light Cycle.

Evan dan Karen pun langsung menyerang VVombie itu. VVombie itu ternyata cukup kuat.

“Berubah!” teriak keduanya.

*VVota Form. Ourya oi, ourya oi, ourya oi, aaaaa yosha ikuzo!*

*Senbatsu Form. Senbatsu, Undergirls, Next Girls, Future Girls, Upcoming Girls, this is election!*

Kedua Rider pun kembali menyerang VVombie itu dengan senjatanya masing-masing.

“Hiyaat!!” teriak Kamen Rider VVota sambil menebas Light Swordnya.

*Shadow Slash*

Kedua serangan itu mengenai VVombie, namun VVombie itu berhasil menangkisnya dengan Light Stick hitam itu.

*Dark Evolution*

Tiba-tiba warna hitam dari Light Stick yang dipegang VVombie itu pun semakin gelap, dan keluar Dark Aura dari dalamnya. Lalu VVombie itu berevolusi, menjadi VVombie yang lebih ganas, dipenuhi Dark Aura.

“Sial.. Dark Aura..” kata gumam Kamen Rider VVota.

“Dark VVombie.. menarik.. mari kita adu dengan bayanganku.” Kata Kamen Rider Senbatsu.

Dark VVombie ditantang oleh Kamen Rider Senbatsu, untuk membuktikan, siapakah “bayangan” yang terhebat. Berbagai serangan pun dilancarkan oleh Kamen Rider Senbatsu, begitu juga Dark VVombie. Lalu Light Stick hitam itu berubah, memanjang menjadi Dark Light Sword, tapi tentu saja berbeda dengan yang dimiliki Kamen Rider VVota.

“Duh, Dark Light Sword? Kalau gitu lawan aku!” kata Kamen Rider VVota.

Kedua Rider menyerang Dark VVombie itu. Kekuatan Kamen Rider Senbatsu masih bisa mengimbangi Dark VVombie, tapi Kamen Rider VVota terus terpental akibat serangan Dark VVombie.

“Baiklah.. ayo kita coba ini!” teriak Kamen Rider VVota.

*Chouzetsu kawaii: GEN-GEN-GENERAL~ GEN-GEN-GEN-GENERAL~ GENERAL MANAGER: Laksani Form*

“Ceria dan bersinar selalu!” teriak Kamen Rider VVota. “Laksani Sword! Hiyaaat!”

Kamen Rider VVota melancarkan serangan kembali dengan form barunya itu. Kini kekuatannya dapat mengimbangi Dark VVombie.

*Shining!*

Serangan spesial Shining milik Kamen Rider VVota cukup mengurangi kapasitas maupun energi Dark Aura dengan cukup efektif. Empat kali serangan spesial itu cukup untuk membuat Dark VVombie lengah.

“Ren, mari gabungkan kekuatan kita.” Kata Kamen Rider VVota.

“Baik, Van! Ayo!” kata Kamen Rider Senbatsu.

*Shining!*

*Shadow Slash*

“Huakkk!!” teriak VVombie.

“Dia lengah… saatnya hissatsu!” teriak Kamen Rider VVota.

*VVaro Force*

*Last Attack*

“Gingham Slash!” teriak Kamen Rider VVota.

“Shadow Crusher!” teriak Kamen Rider Senbatsu.

Shining dari Kamen Rider VVota tadi membuat situasi menjadi semakin terang, membuat bayangan yang diakibatkan cahaya terhalang benda pun menjadi semakin jelas, dan itu adalah titik yang bagus untuk Kamen Rider Senbatsu melancarkan serangannya. Hissatsu mereka pun langsung menghancurkan Dark VVombie. Lalu Dark Aura ikut menghilang, dan Light Stick hitam itu terjatuh. Kamen Rider VVota mengambil Light Stick hitam itu, menekan tombol yang ada pada Light Stick tersebut. Warna hitam ada Light Stick itu pun perlahan hilang oleh cahaya putih yang membuat Light Stick itu bercahaya terang, lalu Light Stick itu pun menghilang menjadi partikel-partikel cahaya. Kedua Rider pun kembali ke wujud manusia.

“Jadi ini kah kekuatan baru VVoshrek?” tanya Evan.

“Mungkin saja. Dia sama seperti Moetaru, Moenster yang kau lawan kemarin. Dia juga menggunakan kekuatan Dark Aura. Sama juga seperti Habire. Tapi jika dilihat dari situasi saat ini, Habire, VVoshrek, dan Chou Moenster yang sangat kuat sekarang ini, itu masih wujud asli mereka, dan mereka belum berevolusi dengan Dark Aura.” Kata Karen.

“Cih.. kita akan membutuhkan kekuatan yang lebih besar lagi.” Kata Evan.

Mereka berdua pun hendak kembali ke markas, tiba-tiba datang Chou Moenster.

“Cih, kau mau apa datang kemari?” kata Evan.

“Aku hanya ingin berbicara denganmu!” kata Chou Moenster.

“Berisik! Berubah!”

*Junianatha Form*

Kamen Rider VVota menyerang Chou Moenster dengan Guit-Axe-nya. Serangan-serangan Kamen Rider VVota terus dihindari oleh Chou Moenster.

*Chouzetsu kawaii: Genoveva Form*

Serangan Kamen Rider VVota pun menjadi semakin agresif dengan Light Gun.

“Tunggu, aku tidak mau bertarung, aku hanya ingin bicara!” kata Chou Moenster.

“Sepertinya kita tidak bisa bicara, karena kau hanya akan menghancurkan JKT48 kan? Kau tidak akan bisa karena ada kami! Kamen Rider!” kata Kamen Rider VVota.

“Van, sepertinya kita harus membiarkan dia berbicara dulu, deh…” kata Karen.

“Jangan konyol, Ren. Aku tidak percaya kepada penjahat seperti dia!” kata Kamen Rider VVota.

“Mengapa kau tidak mau mempercayaiku? Aku datang kemari tidak menyerang dulu kan?” kata Chou Moenster.

“Ya.. tapi benar juga ya.” Kata Kamen Rider VVota sambil menghentikan serangannya.

Ia pun kembali ke wujud manusia, dan mereka pun memutuskan untuk mengobrol.

***

Selanjutnya di Kamen Rider VVota

“Aku kemari karena ada sesuatu yang terjadi.” Kata Chou Moenster.

Chou Moenster yang terlihat sedih itu pun berubah wujud menjadi wujud manusia.

“Aku kemari untuk menceritakan sesuatu kepada kalian... sesuatu yang membuat aku sedih saat ini.” Kata Chou Moenster.

“Kalau begitu, memangnya ada apa?” tanya Evan.

“Begini… jadi..” kata Chou Moenster.

“Apa? Adik? Tunggu… jangan-jangan…” gumam VVoshrek.


Episode 17: Alasan yang Sebenarnya?

Episode 16: Dark Aura, Senjata Baru Musuh!

Posted by Dwayne Matthew Evan

Any Suggestions/Comments?

Follow


Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © 2016 Kamen Rider VVota -Black Rock Shooter- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan - Re-Designed by Dwayne Matthew Evan